BINTANG YANG HILANG
Adik prempuanku, kamu hancurkan hati abang hingga hari berganti hari, abang tidak lupa tapi kamu mungkin telah lupa ketika dua orang bocah kecil ditinggalkan dalam ketakutan dijalanan yang menderu dan penuh kotoran debu. Tapi engkau mungkin masih ingat betapa bingungnya abang yang masih kecil meredam tangis dan kepanikanmu. Abang hanya bisa memelukmu dalam ketidak mengertian hidup yang masih butuh banyak belajar. Kita akhirnya berjalan tanpa tujuan dari taman ke taman kota dan mulai merasa lapar. Banyak mereka yang tidak perduli kepada sepasang bocah kecil dekil yang melihat betapa nikmatnya orang makan, melihat anjing dan kucing makan. Akhirnya kita melihat bocah bocah seperti kita meminta minta, atau memungut makanan dijalan, hanya itu bisa kita lakukan adikku sayang. Dan kitapun mulai seperti mereka walau kadang harus lari untuk menghindari usiran dan pukulan tetapi mulai saat itulah abang mulai belajar melindungimu. Dan dunia terasa semakin kejam ketika matahari meninggi, ...